READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Aplikasi dan perangkat yang mampu membaca pikiran bukanlah sesuatu hal yang baru. Jika Anda belajar dalam bidang neurologi, Anda pasti akan tahu mengenai aktivitas otak kita seharian yang turut mengeluarkan gelombang yang dapat dipantau. Namun biasanya pemantauan ini membutuhkan alat ilmiah yang kompleks. Emotiv ingin membawakan teknologi ini kepada umum dan hadir dengan perangkat yang lebih ramah untuk orang awam. Di Mobile World Congress kami berkesempatan mencobanya di booth IEEE (Institute of Electrical & Electronical Engineers) yang mengadakan kompetisi balap mobil menggunakan gelombang otak.

Perangkat Emotiv Insight ini bekerja melalui pemantauan ‘electroencephalography’ atau dengan singkatan EEG. Ini merupakan pemantauan gelombang listrik ke atas kulit kepala dan melalui perasaan, pemikiran, kondisi pikiran si-pemakai akan mempengaruhi gelombang listrik pada neuron dan berupaya memberikan instruksi.

Sebelum perlombaan dimulai, saya diberikan penjelasan mengenai cara kerja perangkat ini. Apa yang saya harus lakukan adalah bersantai dan menenangkan pikiran karena perangkat ini akan mendeteksi tingkat listrik neuron ketika pikiran berada dalam keadaan tenang. Setelah berhasil menenangkan diri, perangkat tersebut akan menyatakan bahwa saya telah tenang dan merekam bacaan asli. Kemudian, saya perlu memberi perintah untuk menggerakkan ban pada kendaraan tersebut dan hanya dengan memikirkan hal tersebut (memikirkan ban bergerak) mobil tersebut akan bergerak menuju garis finish.

Permainan ini tampak menyenangkan, tapi sebenarnya sangat susah. Untuk menetapkan pikiran kepada kondisi tenang agak senang karena saya tidak perlu pikirkan apa-apa namun ketika ingin menyuruh ban bergerak tanpa berbicara sepatah kata, adalah satu hal yang cukup menantang. Tekanan diberikan ketika saya berlomba dengan peserta lain, dan diberitahu ada hadiah ditawarkan untuk pembalap tercepat secara keseluruhan.

Instruksi pikiran

Ketika pertandingan dimulai, saya mencoba untuk menggerakkan mobil tersebut namun tidak berhasil. Tapi ketika saya mencoba untuk tertawa sedikit sambil mengarahkan ban tersebut berputar, ia telah mulai berputar. Kemudian ketika saya mencoba untuk lebih cepat, ia tidak berhasil sampai saya tertawa dan memikirkan saat-saat gembira, barulah saya berhasil untuk ke garis finish.

Apa yang saya rasa kemungkinan mesin tersebut tidak dapat mendeteksi gelombang listrik neuron ketika terlalu banyak hal yang dipikirkan pada satu waktu. Namun ketika saya memikirkan untuk memutar ban tersebut, hanya dengan sedikit pikiran tentang kegembiraan barulah ban tersebut dapat berputar.

Mungkin dalam waktu 5-10 tahun mendatang kita dapat melihat mesin yang dapat melakukan sesuatu hal hanya melalui kekuatan pikiran dari perangkat semacam ini. Namun menurut pendapat pribadi saya, ia mungkin sulit dilakukan oleh mereka yang selalu kusut pikirannya dan selalu memikirkan berbagai hal pada satu waktu . Yang pasti teknologi berbasis neurologis ini juga merupakan satu cabang teknologi masa depan.

Komen

Nama
Web