READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

22 Situs Islam Diblokir

Diterbitkan pada 1st April 2015 oleh

BNPTPada Jumat, 27 Maret lalu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajukan permohonan pemblokiran sejumlah situs melalui surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs radikal ke dalam sistem blokir Kominfo.

Menurut BNPT, kriteria situs web yang menyediakan konten radikalisme adalah; Ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama; Mengkafirkan orang lain; Mendukung, menyebarkan, dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS; Memaknai jihad secara terbatas.

Berdasarkan laporan tersebut dan sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 19 Tahun 2014 soal penanganan situs internet bermuatan negatif, maka kementerian pun memblokir 22 situs yang diajukan. Merujuk pasal 1 Permen tersebut, pemblokiran situs adalah upaya yang dilakukan agar situs internet bermuatan negatif tidak dapat diakses. Berikut ini adalah daftar 22 situs yang diblokir:

arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com dan daulahislam.com, soutussalam.org, indonesiasupportislamicatate.blogspot.com dan azzammedia.com

Banyak respon yang datang dari umat Islam terkait pemblokiran tersebut. Sebagian besar menanyakan alasan dan menginginkan penjelasan resmi baik dari Kemenkominfo maupun BNPT. Pemblokiran ini dinilai sejumlah pihak telah membelenggu kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla pun meminta peninjauan ulang terkait pemblokiran tersebut.

Komen

Nama
Web