READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Ulasan – Jam Tangan Pintar Pebble

Diterbitkan pada 28th Mei 2015 oleh

Bulan lalu saya harus rela melepasakan jam tangan kesayangan saya yaitu G-Shock kerena telah kemasukan air, dan telah dua kali ganti baterai. Meskipun tampilannya mulai rusak sedikit demi sedikit, saya tetap memakainya karena tidak biasa tanpa memakai jam di tangan. Saya mulai mencari jam baru dan berniat untuk mendapatkan jam tangan pintar.

Pebble-Smart-watch-IMG_0070-950x633Pada waktu tersebut berita tentang jam tangan pintar Pebble Time menjadi hangat, akan tetapi saya lewatkan kesempatan untuk bergabung pendanaan terbuka di Kickstarter. Setelah mendapatkan berbagai info mengenai Pebble, bagai orang mengantuk disorongkan bantal ada seorang penjual Pebble di situs Mudah, menawarkan tiga unit terakhir Pebble versi awal berwarna putih pada harga RM300 setiap satu. Jika dibandingkan dengan harga eceran, harga unit ditawarkannya adalah murah, sebanding dengan harga resmi dari Pebble namun tidak harus menunggu selama 2-3 minggu untuk penghantarannya dari Amerika Serikat.

Kenapa Pebble? Kenapa tidak Android Wear ataupun Apple Watch?

Ada berbagai pilihan di pasar. Tempat yang paling menggoda tentunya jam tangan pintar dengan sistem operasi Android Wear. Saya sendiri telah mencoba beberapa diantaranya pada periode tertentu seperti di acara Mobile World Congress yang lalu namun karena smartphone utama saya adalah iPhone, tentu saja kemampuannya juga terbatas. Pada saat yang sama saya inginkan jam tangan yang agak lama, sesuai dengan penggunaan saya.

Apple Watch masih di tahap awal dan diluar kemampuan saya, serta kebanyakan jam tangan pintar yang lain bisa dikatakan mahal dibandingkan Pebble yang saya beli pada harga RM 300. Faktor kedua adalah dari segi baterai, dimana Pebble mampu bertahan hingga 5 hari pada sekali pengisian penuh. Saya juga memiliki dilema dimana saya menggunakan Fitbit Flex namun penggunaan Fitbit tersebut terbatas. Pebble dilihat dapat menggantikan Fitbit Flex untuk tujuan memantau aktivitas kebugaran.

Desain dan Material

Pebble-Smart-watch-IMG_0378-950x633Tidak dipungkiri dari segi desain dan bahan bangunan, material besi memberikan lebih gaya mutu dan keunggulan. Namun saya adalah pengguna tegar G-Shock dan tidak kisah dengan jam tangan plastik. Bahkan dari segi desain, saya agak puas karena ia bukanlah satu bentuk yang biasa dilihat umum, dan oleh karena itu berwarna putih, ia tampak bersinar. Jika berbicara dari segi gaya, mungkin G-Shock janggal dikenakan bersama pakaian formal dan terlihat seperti tentara, dengan Pebble, ia seolah menampakkan hal yang berbeda. Dari segi ukuran, Pebble generasi pertama ini sedikit tebal dan mungkin cukup besar namun bagi Anda yang sedang ukuran yang lebih tipis, Pebble Time yang akan datang memiliki badan yang tipis.

Jam tangan pintar Pebble yang saya miliki adalah versi pertama, dan mungkin termasuk yang terawal. Ini karena untuk versi Pebble plastik ini, ada juga model yang memiliki sekrup di belakang. Model yang saya miliki tidak memiliki sekrup. Pebble juga tahan air dan debu serta dapat dibawa mandi dan berenang. Ia memiliki ketahanan 5ATM, dapat digunakan sampai 40m cocok untuk snorkeling namun mungkin kurang cocok untuk menyelam laut dalam. Untuk tingkat ekstrim yang pernah saya lakukan, berenang di laut dengannya dan naik motor dalam hujan lebat. Sampai sekarang tidak ada tanda kemasukan air terhadap jam ini malah Pebble sendiri menyatakan jam ini dapat digunakan saat mandi.

Pada badan Pebble ini terdapat satu tombol di sebelah kiri dan tiga tombol di sebelah kanan. Tombol kiri bertindak sebagai Back button dimana pada setiap pilihan menu atau aplikasi, tombol kiri yang ditekan akan membawa pengguna ke halaman sebelumnya sampai halaman utama, yaitu muka jam. Di bawah sebelah kiri terdapat colokan pengisian magnetik. Pada sisi kanan, tombol atas ‘Up’ dan tombol bawah ‘Down’ merupakan navigasi yang berfungsi seolah-olah pada ponsel yang lama, dimana pada tampilan interface Pebble akan menunjukkan apakah penggunaan tombol tersebut. Tombol tengah adalah tombol ‘Select’. Namun semua pilihan pada tombol sebelah kanan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan aplikasi yang terbuka pada layar interface-nya.

Apa saja yang bisa dilakukan dengan Pebble?

Jam tangan pintar ini terhubung dengan smartphone secara Bluetooth Low Energy. Pebble sering menekankan prioritas yang dibawakan oleh mereka adalah ‘Glanceable Notification’ dimana setiap notifikasi pada ponsel akan dikirim ke Pebble dan memungkinkan pengguna melihatnya sekilas. Beberapa hal yang dapat dilakukan termasuk melihat siapa yang menelepon, menjawab atau menempatkan panggilan tersebut, SMS / Pesan akan terbuka dengan terus, menerima notifikasi dari smartphone Anda dan berbagai lagi yang turut didukung oleh aplikasi khusus untuk Pebble.

Pebble-Smart-watch-IMG_0348-950x633Singkatnya, segala jenis notifikasi yang diberikan oleh smartphone Anda akan dikirim langsung ke Pebble. Selain dari penggunaan panggilan, SMS dan pesan, segala pesan dari WhatsApp juga akan ditampilkan jadi jika Anda bergabung chatting yang memiliki banyak peserta, setiap pesan dari mereka akan dikirim ke Pebble dan hal ini cukup menjengkelkan karena dengan setiap notifikasi yang dikirim, Pebble akan bergetar. Hal ini juga akan mungkin akan mempengaruhi penggunaan baterai.

Saat ini tidak ada pengaturan untuk mengatur tingkat getaran Pebble. Solusi untuk masalah seperti ini adalah dengan cara ‘Mute’ group WhatsApp tersebut. Pebble juga turut menyediakan waktu tanpa gangguan ‘Do Not Disturb’ dimana pada waktu yang ditetapkan, tidak ada pemberitahuan dikirim ke Pebble memungkinkan Anda untuk memakai Pebble sewaktu tidur.

Pengguna juga dapat mengatur ukuran tulisan untuk memudahkan pemberitahuan yang diberikan. Seperti contoh di atas, aplikasi Sunrise memberikan notifikasi penerbangan dan perbedaan antara huruf besar dan kecil seperti gambar di atas.

Pengguna harus mengatur aplikasi serta tampilan interface jam yang diinginkan melalui aplikasi Pebble baik untuk iOS maupun Android. Pada aplikasi ini pengguna dapat menginstal aplikasi khusus untuk Pebble namun itu terbatas pada 8 aplikasi. Mungkin ini terlihat seperti satu kelemahan tapi menurut saya, itu bukan satu kelemahan yang signifikan. Ini karena jika Anda ingin melakukan hal yang lebih kompleks, keluarkan saja smartphone Anda.

Beberapa aplikasi yang sering saya gunakan pada Pebble adalah Swarm dan Prayer Times. Pengguna dapat mengatur akses cepat (Quick Launch) terhadap aplikasi Pebble ini dengan cara menekan tombol Up atau Down pada beberapa saat. Setelah menetapkan pilihan tersebut, jika saya berada di tempat yang saya ingin mengkonfirmasi keberadaan saya pada Swarm, saya hanya perlu menekan tombol ‘Up’ selama beberapa saat dan aplikasi Swarm akan diluncurkan pada Pebble, memungkinkan saya ‘Check-in’ di lokasi tersebut.

Pada jam tangan pintar Pebble juga ada Accelerometer yang dapat mendeteksi aktivitas kebugaran yang dilakukan seperti situs dan goncangan. Bahkan ketika saya mengguncang Pebble sewaktu menggunakan Swarm pada Pebble, panah kearah lokasi tersebut bergerak. Untuk kegiatan kebugaran, saya menggunakan Misfit dan perlu menginstal aplikasi iOS-nya. Namun sejak update Misfit 2.0, ada masalah sinkronisasi pada pengembang Misfit.

Satu lagi fungsi yang sering saya gunakan pada Pebble saya adalah melihat seberapa ramaikah pengunjung Amanz pada suatu waktu. Melalui aplikasi Peblytics, saya tidak perlu lagi mengeluarkan smartphone untuk melihatnya. Justru ini sekaligus mengurangi ketergantungan saya kepada smartphone dalam mengakses informasi singkat seperti ini.

Salah satu aplikasi lain yang pernah saya coba adalah Pebble GoPro. Aplikasi khusus pada Pebble ini memungkinkan pengguna melakukan pengaturan rekaman GoPro mereka. Jika Anda pengguna GoPro pasti Anda harus menetapkan pengaturan pada smartphone namun dengan aplikasi ini pengguna dapat melakukan pengaturan dengan mudah melalui Pebble mereka.

Kesimpulan

Mungkin review ini bisa dikatakan terlambat karena versi terbaru Pebble yaitu Pebble Time akan hadir tidak lama lagi namun Pebble generasi pertama akan masih dijual pada harga USD 99 dan USD 199 untuk Pebble Steel. Pembaruan untuk sistem operasi Pebble juga akan hadir yaitu Timeline, yang memfokuskan untuk memberikan informasi kepada pengguna berdasarkan waktu.

Jika dibandingkan dengan jam tangan pintar yang lain, Pebble dilihat memiliki berbagai kekurangan dalam ‘Wow-factor’. Pebble tidak memiliki layar sentuh, dan pada Pebble Time layar E-ink berwarna tidak setajam jam tangan pintar yang lain. Bahkan tidak ada sensor denyut nadi pada Pebble namun mungkin bagi pihak pengembang Pebble semua ini bukanlah satu kebutuhan penting buat jam tangan pintar mereka.

Namun yang pasti Pebble telah sedikit sebanyak menjadi batu loncatan untuk tren pemakaian perangkat jam tangan pintar. Pengumpulan dana untuk Pebble Time di Kickstarter juga melebihi Rp 266 miliar. Ini merupakan jumlah yang tinggi yang menandai dukungan masyarakat terhadap mereka.

Kelebihan

  •    Baterai bertahan lama hingga 5-7 hari.
  •    Kuat dan tahan air.
  •    Tali dapat diganti dengan mudah (untuk versi Pebble Classic bukan Pebble Steel).

Kelemahan

  •    Hanya bisa memuat 8 aplikasi pada waktu bersamaan
  •    Untuk versi ini, tidak ada layar berwarna.

Skor-Amanz-ID-2015-Pebble-Smartwatch

 

Nota: Tali jam sudah ditukar dibeli dari situs @getpebblestrap

Komen

Nama
Web