READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Untuk menekan angka impor ponsel di Indonesia maka sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler Importir, semua importir ponsel di Indonesia wajib memiliki pabrik perakitan pada akhir 2015.

Samsung Galaxy A

Kebijakan ini sudah dipatuhi oleh produsen ponsel Samsung dan Oppo. Samsung berinvestasi 20 juta dolar AS untuk membangun pabrik di Indonesia dengan kapasitas hingga satu juta unit ponsel per bulan. Sementara Oppo juga berinvestasi 30 juta dolar AS untuk mendirikan pabrik di Tangerang dengan kapasitas produksi 500 ribu unit ponsel per bulan, yang siap beroperasi pada Maret 2015.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito memberikan peringatan bagi importir yang belum memiliki pabrik perakitan pada akhir 2015, maka izin Importir Terdaftarnya (IT) otomatis akan dicabut oleh Kemendag.

Selain membangun pabrik perakitan sendiri, sebenarnya importir ponsel dapat bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri untuk melakukan perakitan ponsel seperti dilakukan produsen ponsel Haier. Perusahaan ini memilih bekerja sama dengan pabrik milik Sanyo guna memproduksi ponsel.

Dengan adanya kebijakan ini diharapkan tidak hanya menekan angka impor ponsel, namun juga memberikan peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Komen

Nama
Web