READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Acara tahunan terbesar tempat berkumpulnya para pembuat dan pengembang video game dari seluruh dunia Tokyo Game Show 2016 resmi digelar sejak kemarin. Acara yang akan berlangsung hingga 18 September di Makuhari Messe, Chiba, Jepang  ini  diikuti oleh banyak negara termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia ini bukanlah keikutsertaan yang pertama. Untuk 2016 merupakan tahun kelima bagia Indonesia  berpartisipasi dalam TGS dengan mengusung nama Indonesia Game Industry dan bertemakan The Island of Imagination.

Ada lima pelaku industri game lokal yang datang langsung  untuk ikutserta dalam ajang ini, mereka adalah Toge Productions, Anantarupa Studios, Touchten Games, Agate Studio dan Tinker Games.  Sekarang mari kita sedikit berkenalan dengan lima startup gaming yang ikut ke Jepang ini.

Toge Productions

Toge Productions merupakan startup lokal yang mengembangkan berbagai game berbasih flash. Startup ini didirikan oleh Kris Antoni bersama temannya Sudarmin. Diawal berdiri mereka membuat game zombie Infectonator dibeli oleh secara online di suatu situs marketplace untuk game senilai $ 3400. Game Infectonator juga berhasil menjadi “Game of The Year” dari sebuah portal game di Amerika bernama Armor Games.

lord-of-vandariaSelain Infectonator Toge Productions juga telah banyak menghasilkan karya game lainnya, antara lain Lord of Vandaria, Relic of War, Necronator 2, Crimson Hell, Planetary Conflict dan masih banyak yang lainnya. Untuk melihat karya-karya mereka yang lain Anda bisa buka situs resmi mereka www.togeproductions.com

Anantarupa Studios

Anantarupa Studios  pengembang game dan digital content yang berbasis di Jakarta sejak 2011. Ivan sebagai pendiri Anantarupa Studios kerap memasukkan unsur-unsur kebudayaan lokal Indonesia ke dalam game mereka. Salah satu karya mereka yang terkenal adalah Boma Naraka Sura. Selain itu mereka juga membuat game bertemakan Majapahit.

boma-naraka-suraTak hanya game, Anantarupa Studios juga mengerjakan proyek aplikasi, augmented reality dan juga virtual reality. Untuk mengenal mereka lebih dekat, Anda bisa mengunjungi situs resmi mereka www.anantarupa.com

Touchten Games

Touchten Games bukanlah nama asing untuk industri game di Indonesia. Startup yang dimotori Anton Soeharyo ini telah sukses menghasilkan lebih dari 20 game dengan pengguna puluhan juta.

teka-teki-sakuBeberapa game yang mereka hasikan adalah Shushi Chain, Ramen Chain, Infinite Sky, Teka Teki Saku, Amazing Cupid, Train Legend, dan Fun Toilet Game. Mereka juga banyak merekrut anak-anak muda kreatif untuk bergabung bersama mereka. Untuk melihat karya-karya mereka Anda bisa kunjungi situs resmi mereka www.touchten.com .

Agate Studio

Agate Studio merupakan startup pengembang game berbasis di Bandung yang awalnya dimotori 18 orang mahasiswa ITB yang memiliki passion yang tinggi dengan dunia game. Agate memulai debut mereka dengan mengikuti berbagai lomba dari 2007 hingga 2009.

14628-bKini Agate Studio telah berkembang pesat dengan merekrut hingga puluhan orang lainnya untuk menghasilkan karya bersama mereka. Beberapa game yang telah mereka hasilkan antara lain Valthirian Arc II, Football Saga, Sengoku IXA, Upin&Ipin Demi Metromillenium, dan Earl Grey and This Rupert Guy. Untuk mengenal mereka lebih lanjut atau tertarik bekerjasama dengan mereka Anda bisa membuka situs www.agatestudio.com .

Tinker Games

Tinker Games merupakan startup pengembang game yang juga berbasis di Bandung. Startup ini awalnya diprakarsai Ajie, seorang mahasiswa ITB yang sangat menggemari game. Kini Tnker Games merupakan startup yang siap berkembang dibawah asuhan Wempy Dyocta Koto.

pale-blue-header-newsMereka kini telah banyak menghasilkan game dalam berbagai platform seperti iOS, Android, Windows Phone, dan Nokia OS. Beberapa game yang telah mereka hasilkan antara lain Pale Blue, Pixel Marathon, Inheritage dan Soccer Girl Adventure. Untuk melihat karya-karya mereka lainnya Anda bisa membuka situs www.tinkerworlds.com .

Selain kelima startup tersebut, ada juga beberapa pengembang game yang terpilih untuk dibawa hasil karyanya dan dipamerkan meskipun tidak ikut langsung ke Jepang. Mereka ini sebelumnya telah mengikuti seleksi yang diadakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan juga Asosiasi Game Indonesia (AGI) sepanjang bulan Agustus lalu.

Dari sini kita dapat melihat bahwa sesungguhnya Indonesia juga memiliki banyak pengembang game yang berbakat dan karyanya mampu bersaing dengan pengembang-pengembang game lain seluruh dunia.

Komen

Nama
Web