READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Teknologi Toilet Tanpa Air Kini Dicoba Di Afrika

Diterbitkan pada 4th Januari 2016 oleh

Toilet di dalam rumah adalah kemewahan yang tidak dirasakan oleh lebih 2,6 milyar manusia di dunia. Di negara kurang berkembang seperti India dan di benua Afrika, toilet yang bagi kita anggap sebagai hal biasa adalah sesuatu yang diidamkan. Masalah kesulitan air dan ketiadaan sistem saluran pembuangan limbah yang memadai menyebabkan beberapa bagian di negara-negara tadi tidak dapat menggunakan toilet. Sebagai solusi, kini sedang dikembangkan teknologi toilet Nano Membrane yang tidak membutuhkan air dan sistem pembuangan limbah konvensional.

Nano-Membrance-tandas-1Nano Membrane dikembangkan oleh Cranfield University di Inggris yang merupakan salah satu peraih dana bantuan Yayasan Bill dan Melinda Gates yang mencoba memperbaiki kehidupan masyarakat yang hidup di negara berkembang. Toilet ini tidak membutuhkan pompa air untuk membersihkan kotoran setelah digunakan. Setelah membuang kotoran, bagian bawah toilet berputar untuk membuang kotoran ke dalam tempat penyimpanan khusus. Kotoran padat dan cair kemudian akan melalui filter berbentuk membran yang memisahkan air dari padat. Air yang dipisahkan kemudian disaring menggunakan manik hidrofilik untuk menghasilkan air yang dapat digunakan kembali untuk minuman atau penggunaan domestik. Kotoran yang sudah kering kemudian disimpan di dalam ruang khusus yang dikumpulkan setiap minggu. Kotoran yang kini berbentuk padat kering dijadikan bahan bakar untuk menghasilkan listrik di pembangkit listrik bahan bakar biologis. Setiap kotoran yang dihasilkan tidak akan terbuang sebaliknya didaur ulang untuk kebaikan bersama.

Nano-Membrance-tandas-2Toilet Nano Membrane ini sedang diuji di Ghana untuk melihat kegunaannya di dalam skala yang lebih besar. Sebenarnya ini adalah konsep yang sama digunakan di beberapa peternakan ramah lingkungan di Amerika Serikat di mana bahan kotoran hewan didaur ulang menjadi bahan bakar biologis. Penggunaan teknologi ramah lingkungan ini tidak hanya memastikan kualitas hidup penduduk meningkat malahan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin menurun.

 

Komen

Nama
Web