READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Syed Rizwan dan istrinya Tashfeen Malik melakukan serangan bersenjata terhadap rekan kerjanya pada 2 Desember tahun lalu di San Bernardino. Serangan ini dikategorikan sebagai kegiatan terorisme karena Syed Rizwan dan istrinya disebut-sebut mendukung ISIS. Sebanyak 14 orang tewas sementara 22 lainnya terluka parah dalam serangan tersebut. Syed Rizwan dan istri kemudian mati ditembak polisi ketika mencoba melarikan diri. Salah satu barang bukti yang ditemukan oleh pemerintah adalah ponsel iPhone 5C milik Syed Rizwan. Meskipun sudah berbulan di dalam tangan pihak FBI, mereka masih gagal mengakses perangkat ini karena sistem enkripsi yang digunakan Apple.

iphone5c_01-650x398Pengadilan California hari ini memerintahkan Apple agar memberikan akses kepada FBI untuk mengambil data pada iPhone Syed Rizwan. Instruksi diberikan karena pemerintah ingin melacak siapa saja yang dihubungi atau menghubungi Syed Rizwan sebelum serangan dilakukan melalui buku alamat, email dan juga Facetime yang mungkin dilakukan Syed Rizwan.

Instruksi pengadilan ini harus diberikan karena Apple bersikeras tidak akan memberikan akses ke informasi pribadi pengguna kepada pihak berwenang. Apple juga mengklaim mereka sendiri tidak mampu membobol sistem kode masuk perangkat yang menggunakan sistem operasi iOS8 keatas. Tampaknya jika Anda ingin memastikan perangkat tidak akan dapat diakses pemerintah, gunakanlah perangkat iOS karena hingga kini masih belum mampu terjamah FBI.

 

Komen

Nama
Web