READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Minggu lalu Amerika Serikat dan Inggris mengeluarkan larangan membawa laptop serta tablet ke dalam pesawat yang terbang langsung ke negara mereka dari sepuluh negara mayoritas Islam. Larangan dikeluarkan karena ada ancaman teroris yang menyembunyikan bom di dalam perangkat-perangkat ini. Penumpang harus memasukkan perangkat ke dalam ruang kargo sebelum diizinkan terbang.

Reaksi dari penumpang negatif karena menyulitkan mereka terutama untuk pebisnis dan orang tua dengan anak kecil. Perusahaan penerbangan Emirates mencoba meringankan kesusahan penumpang dengan layanan menyerahkan perangkat di pintu pesawat.

Dengan layanan ini penumpang bebas menggunakan laptop untuk melalukan kerja sampai harus naik pesawat. Perangkat yang dititipkan kemudian dimasukkan ke dalam kotak khusus sebelum dimasukkan ke ruang kargo. Mereka kemudian akan menyerahkan kembali setibanya di tempat tujuan.

Penumpang masih tidak dapat menggunakan perangkat mereka tetapi setidaknya tidak perlu khawatir perangkat mengalami kerusakan karena bagasi yang terlempar atau terbanting.

Komen

Nama
Web