READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Pesawat tempur masa depan harus memiliki kemampuan sulit dilacak radar atau lebih dikenal sebagai siluman. Pesawat dengan kemampuan ini sudah mulai digunakan oleh Amerika Serikat dalam bentuk F-22 Raptor. Rusia, China, Korea Selatan, India, Turki, Jepang dan Indonesia adalah tujuh negara yang sedang mengembangkan pesawat tempur generasi ke-lima mereka. Jerman tidak ingin ketinggalan dan mengumumkan Future Combat Air System (FCAS) mereka dengan kerjasama Airbus.

Pesawat tempur FCAS dikembangkan untuk menggantikan pesawat Panavia Tornado yang sudah beroperasi sejak 1970an. FCAS harus memiliki ekor dan mesin kembar, dua kru pesawat serta kemampuan sulit terdeteksi radar. Keunikan proyek ini adalah  pesawat tempur pertama dirancang untuk beroperasi bersama dengan berbagai jenis drone. Ia bukan saja dapat menggunakan informasi intip drone tetapi menjadi pesawat induk memberikan arahan kepada drone untuk melakukan serangan.

Pemerintah Jerman berharap FCAS akan memulai operasi pada awal 2030. Ada prediksi pesawat tempur dengan pilot manusia akan punah dengan penggunaan drone. Tapi bagi Jerman masih ada ruang untuk manusia di medan perang masa depan.

Komen

Nama
Web