READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Baterai Li-Ion digunakan mayoritas perangkat mobile, elektronik dan power bank di pasar sekarang. Ketergantungan manusia kepada listrik baterai membuat teknologi baterai Li-Ion dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Dengan pertambahan perangkat bisa pakai dan smartphone dapat lipat, baterai yang lentur juga sangat diperlukan.

Amo Greentech sebuah perusahaan di Korea Selatan mengumumkan mereka akan memulai produksi beterai Li-Ion fleksibel pertama di dunia pada Oktober mendatang. Baterai keluaran mereka masih bisa bekerja dengan aman setelah dilipat 180 derajat, diputar sampai 20 derajat dan dipotong menggunakan gunting keramik. Jika hal yang sama dilakukan pada baterai menggunakan teknologi saat ini, ia sudah gagal berfungsi bahkan meledak.

Menurut Amo Greentech baterai mereka telah menerima sertifikat keamanan dari UL, IEC (International Electrotechnical Commission), dan KSC (Korea Standards Commission). Baterai berkapasitas 42mAh, 135mAh, 650mAh, 1,000mAh, dan 2,000mAh diproduksi untuk penggunaan berbagai perangkat. Selain mampu lentur, baterai Amo Greentech juga mampu bertahan hingga suhu 300 derajat Celsius dibandingkan 150 derajat Celcius pada baterai Li-Ion biasa. Tapi pada waktu yang sama untuk ukuran yang sama, kapasitas baterai keluaran mereka 30% lebih kecil.

 

 

 

Komen

Nama
Web