READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Rahim buatan manusia selama ini hanyalah fiksi ilmiah yang dapat dilihat di dalam film The Matrix. Di dalam film ini, manusia diperbanyak untuk menjadi sumber energi untuk robot. Fiksi ilmiah semakin hampir menjadi kenyataan setelah rahim buatan manusia berhasil diuji di Children ‘s Hospital of Philadelphia.

Delapan fetus kambing berhasil hidup di dalam rahim buatan manusia selama delapan minggu. Kantong plastik yang digunakan menjadi pengganti rahim dan anak kambing diselaputi cairan amniotik juga buatan manusia. Fetus kambing dikeluarkan dari rahim ibu mereka dan kemudian dibesarkan sepenuhnya sehingga cukup sifat.

Setelah dikeluarkan dari rahim buatan manusia, organ mereka dikaji dan ditemukan tumbuh normal seperti ia berada di dalam rahim nyata. Tidak ada noda ditemukan pada organ paru-paru dan otak. Kedua organ ini adalah paling berisiko ketika bayi lahir prematur.

Eksperimen rahim buatan manusia ini dilakukan untuk menemukan cara paling aman untuk menjaga bayi manusia yang lahir prematur. Paru-paru bayi prematur biasanya tidak cukup berkembang untuk bernapas dan menghasilkan komplikasi. Dalam situasi kritis, kegagalan bernapas dengan baik dapat menjurus pada kerusakan otak. Efek jangka panjang yang terjadi adalah masalah cerebral palsy, masalah pembelajaran dan masalah organ.

Meskipun percobaan pada fetus kambing menunjukkan keberhasilan, itu tidak berarti ia siap untuk digunakan pada manusia. Organ-organ dan fisiologi manusia berbeda dari kambing. Sungguhpun begitu ini langkah awal untuk menyelesaikan masalah bayi prematur di masa depan. Ibu-ibu hamil yang berisiko (seperti masalah jantung dan kanker) bisa menjalani operasi caesar dan bayi kemudian dibesarkan di dalam rahim buatan manusia.

Komen

Nama
Web