READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

China adalah negara produsen terbesar di dunia dengan perkiraan 50% dari produk di pasar merupakan hasil produksi negara tersebut. Dengan statusnya sebagai negara besar, China mulai berinvestasi secara strategis di perusahaan teknologi di seluruh dunia. Ini menciptakan kecemasan di Departemen Keuangan AS. Departemen ingin membatasi persentase kepemilikan saham China di perusahaan-perusahaan teknologi utama.

Mereka menyarankan pembatasan ini dilakukan pada perusahaan yang saat ini memiliki setidaknya 25% kepemilikan saham dari China. Pembatasan ini dilakukan untuk agar  teknologi penting seperti teknologi informasi, rekayasa kelautan, farmasi dan industri teknologi canggih tidak diambil alih oleh China.

Langkah ini akan diambil oleh Departemen Keuangan AS setelah menerima rekomendasi dari Departemen Perdagangan dan Dewan Keamanan Nasional. Berbagi teknologi  canggih dengan China diyakini mengurangi kekuatan Amerika Serikat jika konflik terjadi di masa depan.

China ingin mengembangkan teknologi untuk berdiri tegak di AS. Saat ini mereka masih mengandalkan teknologi impor. Akibatnya, industri mereka dapat lumpuh jika pembatasan kepemilikan saham diberlakukan seperti yang terjadi pada ZTE.

 

Komen

Nama
Web