READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Tahun lalu pemerintah Uganda memberlakukan pajak media sosial 200 Schilling Uganda sehari sebagai cara untuk melawan penyebaran berita palsu. Setelah beberapa bulan diperkenalkan, pajak ini telah menyebabkan pelanggan Internet di negara itu turun 2,5 juta menurut laporan yang dirilis oleh Komisi Komunikasi Uganda.

Penurunan tinggi ini disebabkan konsumen tidak ingin membayar pajak hanya untuk menggunakan layanan seperti WhatsApp dan Facebook. Akibatnya, pendapatan yang diharapkan pemerintah sekarang di bawah target semula. Bahkan, transfer uang melalui telepon juga menurun hingga 25%.

Dampak lainnya adalah bisnis yang bergantung pada pembelian berlangganan Internet juga sangat terpengaruh. Pengenaan pajak media sosial ini dipandang tidak hanya sebagai cara pemerintah untuk melawan penyebaran berita palsu tetapi juga dipandang sebagai cara untuk mengekang kebebasan berbicara.

 

 

Komen

Nama
Web