READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Tiga smartphone layar terlipat telah secara resmi diluncurkan sejauh ini, Samsung Galaxy Fold, Huawei Mate X dan Royole Flexpai. Harga jual ketiga smartphone ini lebih tinggi dari smartphone normal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi ini hanya akan menjadi gajah putih karena tidak mampu dimiliki mayoritas pengguna. Richard Yu, kepala divisi perangkat seluler Huawei percaya ini akan berubah dalam lima tahun.

Dia mengatakan ini dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman Die Welt. Perangkat saat ini dijual dengan harga yang sangat tinggi karena teknologi baru yang dibutuhkan pada sistem itu sendiri. Namun, ia percaya bahwa seiring waktu perangkat lipat bisa menjadi hal yang biasa. Dalam dua tahun Huawei menargetkan bahwa harga jual akan jatuh di bawah 1.000 Euro (~ Rp 16 juta) sebelum turun menjadi sekitar 500 Euro (~ Rp 8 juta) beberapa tahun setelah itu. Ini adalah harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan 2299 Euro (~ Rp 37 juta) untuk Mate X.

Dalam masalah inovasi berikutnya pada perangkat seluler, Richard Yu mengatakan perusahaannya akan fokus pada teknologi baterai yang tahan lama, sistem pengisian yang lebih cepat, dan kemampuan kamera yang ditingkatkan. Dalam tiga kategori ini Huawei dikatakan sebagai salah satu produsen yang terdepan karena sistem pengisian 40W mereka sekarang adalah salah satu yang tercepat di pasar selain mempopulerkan penggunaan lensa ultra wide-angle.

Berbeda dengan CEO Blackberry John Chen, Richard Yu tampaknya lebih optimis tentang masa depan perangkat dengan layar lipat

 

 

 

Komen

Nama
Web