READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Jenis kelamin bayi tergantung pada sperma ayah. Pada sperma kromosom Y akan menghasilkan bayi laki-laki sedangkan kromosom X akan menghasilkan bayi perempuan. Selama waktu ini proses pemilihan jenis kelamin tidak mungkin dilakukan sebelum terjadi pembuahan. Tetapi para ilmuwan dari Universitas Hiroshima telah menemukan teknik yang membedakan sperma yang memungkinkan jenis kelamin janin untuk dipilih sebelum pembuahan.

Mereka mencari biopenanda (biomarker) pada sperma tikus. Ditemukan bahwa kromosom X mengandung lebih banyak informasi genetik daripada kromosom Y. Dari 500 gen yang ditemukan hanya ada pada kromosom X. Dari 500 gen, mereka mengidentifikasi 15 yang dapat menyebabkan sperma melambat.

Dengan menggunakan bahan kimia, resistensi sperma dengan kromosom X ini diperlambat dan dipisahkan dari sperma oleh kromosom Y yang berenang lebih cepat. Proses pembuahan dengan sel telur tikus betina kemudian dilakukan.

Akibatnya, sperma yang bergerak lambat menghasilkan 81% tikus betina sementara sperma yang berenang lebih cepat menghasilkan 90% tikus jantan. Akurasi mungkin tidak 100% tetapi masih lebih tinggi dari probabilitas 50:50 melalui reproduksi normal.

Penelitian ini sebenarnya untuk industri ternak di mana produksi hewan betina sangat berguna untuk produksi telur. Anak ayam biasanya akan dimusnakan segera setelah mereka menetas. Ini kejam dan mubazir.

Namun menurut para peneliti proses pemilihan jenis kelamin bayi manusia dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang sama. Makalah penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology.

 

Komen

Nama
Web