READING MODE  
Situs Berita Teknologi Terkini

Setelah kembali ke bulan pada tahun 2024, langkah selanjutnya yang akan diambil NASA adalah mengirimkan manusia pertama ke permukaan planet Mars. Berbagai tantangan teknologi perlu diatasi untuk mewujudkan fiksi ilmiah menjadi kenyataan. Salah satu tantangan terbesar adalah sistem roket yang akan digunakan. Karena hambatan teknologi, sistem Hyper ruang angkasa dan penggerak Warp masih belum menjadi kenyataan. Cara terbaik untuk mengambilnya adalah dengan menggunakan roket bertenaga nuklir.

Konsep mesin telah dikirimkan oleh Ultra Safe Nuclear Technologies (USNC-Tech) ke NASA. Ini adalah jenis pendorong termal nuklir (NTP) yang menggunakan energi nuklir untuk menghasilkan panas yang kemudian membakar bahan bakar yang dibawanya. Sistem yang dikembangkan oleh USNC-Tech menawarkan impuls spesifik dua kali lebih baik dari sistem roket kimia. Impuls spesifik adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung tingkat efisiensi mesin roket.

Dengan kata lain, mesin NTP USNC-Tech menggunakan bahan bakar lebih efisien. Akibatnya, untuk jumlah bahan bakar yang sama, lebih banyak daya dorong yang dihasilkan, sehingga mempersingkat perjalanan ke Mars menjadi tiga bulan dibandingkan dengan tujuh bulan menggunakan mesin roket kimia.

Bahan bakar yang digunakan adalah Fully Ceramic Micro-encapsulated (FCM) yang diproduksi dari High-Assay Low Enriched Uranium (HALEU). Bahan bakar uranium diperkaya hingga 5-20% dibandingkan dengan yang digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir komersial. Hal ini memungkinkan produksi bahan bakar FCM diproduksi dalam skala besar karena penggunaan teknologi yang ada.

FCM dapat beroperasi pada suhu tinggi dengan aman. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan awak misi ke Mars tidak akan terpapar bahaya radiasi dan kerusakan sistem roket yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah.

Mesin ini akan diuji kegunaannya di dunia nyata oleh Analytical Mechanics Associates (AMA). Konsep mesin NTP bukanlah hal baru dengan pengujian yang dilakukan sejak tahun 1955. Sampai sekarang belum digunakan karena faktor keamanan dan biaya yang tinggi.

 

 

Komen

Nama
Web